kunci kebahagiaan adalah ketika hati kita tunduk pada Tuhan, seberapa berat beban hidup jangan pernah cengeng, seberapa besar rintangan tetaplah bertahan.. Met milad ya nduk, be wise when life isn't friendly (5-10-2013-03.38am)

 bulan ini bulan istimewa buat saya. dan kalimat di atas adalah ucapan termanis dari sekian banyak ucapan selamat sebagai pengiring bertambahnya satu angka di kolom usia saya. adalah Bu Nurul, seorang guru bahasa inggris SMA yang saya bahkan sampai sekarang samasekali belum pernah bertemu dengan beliau, datang pada suatu hari sekitar 3 tahun yang lalu via sms, mengajak berkenalan, berteman, dan kemudian terus berlanjut sampai saat ini. seorang teman dengan awal perkenalan yang aneh. seorang teman tempat bercerita banyak sungguh banyak hal tentang keresahan, ketika gak tahu lagi mau cerita kemana. seorang teman yang sangat bijak, netral, dan sangat saya dengarkan nasehatnya.

lalu siang ini tiba-tiba beliau mengirim sms lagi,
hadiah terindah apa yang Allah beri ke ambar milad tahuni ini, sudah bisa move on dari segala macam problema hidup kan, ato masih ada yang nggandoli di hati :)
ah... hahaha.. hidup memang sungguh-sungguh lucu sekali.. diberikannya kita masalah, perasaan, akal pikiran, dan skenario. dipertemukannya kita dengan orang-orang yang sungguh mewarnai. saya gak pernah minta diberi teman seorang perempuan dewasa yang usianya 2x lipat saya dan sangat bijaksana, tapi nyatanya saya diberi. dalam porsi terbaik. berupa Ibu ini.
saya balas sms itu, bahwa hadiah terindah hari ini adalah dapat memberikan ijazah untuk ibu bapak, dan bisa merayakan kelulusan dengan seluruh keluarga. cukup. bagi saya itu sudah cukup. saya sangat bersyukur dengan kado yang manis ini.
namun tak pelak hati mampu mengingkari bahwa ada satu nama yang -saya minta dalam hati- seharusnya menjadi kado terindah, yang seharusnya benar-benar menjadi kado terindah, bahkan meski hanya sebatas mendapat ucapan selamat saja darinya, namun nyatanya saya tidak mendapatkan itu. tidak saat kelulusan, tidak pula saat ulangtahun. menghilang begitu saja seperti layaknya esensi nama yang dimilikinya. angin. tiada angin yang berhembus di hati. hanya sepi dan sepi dan sepi.
namun hendak bagaimanalah? :)
tak ada lagi kata yang mampu mewakili kerinduan saya pada makhluk tuhan satu itu.
namun juga tak dapat saya temui satu kata yang tepat untuk memulainya kembali, sekedar untuk menyapa.
semua seperti tertahan di kepala, di rongga dada, di pelupuk mata.. stop.

hmh :)

bukankah cinta seharusnya membahagiakan?
berapa usiamu puan?
seberapa dalam pemahamanmu?
 
entah, sungguh entah

sekarang saya hanya berjalan dan berjalan dalam kesendirian
tersenyum dan tersenyum
masih menangis sesekali namun itu wajar kan?
 
 belajar merelakan, sungguh merelakan segalanya..
termasuk merelakan bayangan
yang terpenting sekarang adalah terus berjalan :)

Komentar

Postingan Populer