selamat malam blog. beberapa hari ini pikiran saya sangat random. gak tentu. gak fokus. beberapa hal datang seperti tumpang tindih. salah satu yang saya pikirkan adalah tentang kamu, blog. kamu pasti jauh lebih tahu dari saya, siapa saja yang setiap hari mendatangimu, membuka tulisan saya entah yang mana, mungkin ada yang mencoba memberi komentar tapi gak bisa, mungkin ada yang mau memberi komentar tapi akhirnya enggan, ada yang terang2an bilang sedang menelusuri kamu, ada yang diam-diam selalu membaca dan membaca. saya ga tau apa yang dipikirkan orang-orang saat membaca kamu. saya ga tau mereka senang ataukah malah benci. mereka terinspirasi ataukah malah muak pengen muntah. saya, jujur, juga gak peduli itu. buat saya, kamu salah satu teman paling setia selama beberapa tahun ini.

buat saya, yang penting saya jujur sama diri sendiri..

kamu selalu jadi motivasi saya untuk selalu nulis nulis dan nulis. bahkan ketika gak ada yang bisa saya tulis, saya tetap menuliskanmu dengan gambar-gambar diam yang mewakili perasaan saya. bertahun-tahun mencurahkan segalanya ke kamu. bertahun-tahun merasa nyaman bercerita kepadamu. kamu, sebenarnya ruang yang cukup privasi yang satu-satunya saya biarkan dibaca orang dengan leluasa. kamu, sebenarnya ruang komunikasi, yang mewakili saya ketika setiap kata yang saya ucapkan tidak lagi mampu menunjukkan rasa yang sesungguhnya. kamu surat pribadi saya yang tidak akan pernah saya kirimkan ke alamat manapun, kecuali dalam ruang firasat, yang membuat setiap kata di dalam kamu mampu mengundang dia yang dituju untuk membuka kamu suatu hari di depan, membacamu dalam kesendirian, dan semoga kemudian memahami apa yang saya rasakan.

namun entah mengapa akhir-akhir ini saya merasa kurang nyaman..

seperti ada mata yang mengawasi jemari saya setiap kali mengetik, mengawasi perkembangan kamu, dan entah apa niatnya, namun saya tidak merasakan ketenangan karenanya. saya tahu ini terdengar muluk, namun saya adalah orang yang percaya dengan intuisi, dengan rasa. dan saya merasakan mata-mata itu seperti sedang menghakimi, memberi nilai. saya menyadari, saya hanyalah penulis yang mati ketika setiap tulisan ini satu per satu saya lahirkan. jika tidak bersedia dibaca, mengapa harus diterbitkan? ya, itu benar. namun tolonglah pahami, bagi saya ini ruang privat. blog ini ruang pribadi. maka jika kamu datang hanya untuk menghakimi, saya lebih menghargai kamu untuk jangan kembali membaca blog ini lagi. ya, kamu. kamu yang sengaja datang kemari untuk melakukan penilaian. bukannya saya tidak senang kalau banyak yang membaca blog ini. saya senang, karena saya dibaca. penulis mana yang tidak senang dibaca? namun hey, ini bukan lomba. ini bukan pameran. ini suara hati. dan sesalahkaprahnya suara, hati adalah bagian paling privat manusia untuk dihargai. dengan begitu saya juga pasti akan menghargai kamu. salam..

Komentar

Postingan Populer