Perpustakaan Kota Balikpapanku
Selamat pagi blog, selamat pagi Indonesia. dear reader, punya kartu anggota perpustakaan ga? saya punya loh, perpustakaan Kota Balikpapan :) sekarang kan gedungnya sudah buagus banget, fasilitas WIFI, lift, AC, loker, electric member card, ruang baca khusus anak-anak, ruang baca umum, yah, perpustakaan kami sekarang naik kelas daripada sebelumnya.
Masih jelas banget di ingatan, dulu waktu SMA hobi banget ke perpustakaan ini. gedungnya masih gedung yang lama, tua, berdebu di sana sini, buku-buku ga beraturan, hanya kipas angin di langit-langit dan jendela-jendela yang dibuka yang bisa diandalkan untuk mengurangi gerahnya Balikpapan. pengunjungnya? dikit banget dah, paling cuma mahasiswa kampus sekitar perpustakaan yang cari bahan kuliah, saya dan segelintir pelajar yang nyempetin mampir, dan beberapa pengunjung umum. tapi meskipun begitu perpustakaan ini berarti cukup besar bagi saya, karena dari perpustakaan inilah pertama kalinya saya bertemu buku tulisan Seno Gumira Ajidarma berjudul Sepotong Senja untukPacarku yang menjadi cikal bakal kegilaan saya dengan tulisan-tulisan Beliau. di perpustakaan ini juga saya mengagumi tulisan-tulisan Langit Khresna Hariadi yang setia bikin novel tentang sejarah kerajaan Indonesia. Dulu, di gedung yang lama itu, saya suka banget kesana, ambil beberapa buku, duduk di kursi kayu dekat jendela besar, terang dan tidak panas. tapi sekarang semuanya sudah berganti sejak pindah di gedung baru.
Kemajuan fasilitas perpustakaan ini jujur angin segar banget buat orang-orang yang suka baca seperti saya. Apalagi terlihat banget sekarang perpustakaan jadi lebih hidup, lebih banyak yang datang, meskipun tetap tidak begitu ramai sih kalau dibandingkan dengan perpustakaan di Jawa seperti di perpustakaan umum Kota Malang. Tapi satu hal yang melegakan bahwa perpustakaan ini akan terus berkembang.
Menurut saya, ada banyak hal yang masih harus dikembangkan oleh pemerintah Kota Balikpapan perihal kemajuan perpustakaan, khususnya untuk regitrasi anggota perpustakaa. berdasarkan info yang saya dapat dari pengurusnya, hanya pelajar dan mahasiswa yang memiliki kartus identitas asli Balikpapan (KTP, Kartu Pelajar) saja yang diperbolehkan mendaftar sebagai anggota perpustakaan. menurut saya sih syarat itu mempersulit banget ya. gimana kalau ada pelajar/mahasiswa tapi tidak berKTP Balikpapan? bagaimana bagi yang sudah bekerja? bagaimana bila ibu rumah tangga? menurut petugas perpus ini sih alasannya agar mempemudah pencarian alamat jika buku tidak kunjung dikembalikan atau hilang. namun mungkin ada solusi lain yang tentunya dapat dipakai oleh siapa saja yang berdomisili di Balikpapan. mungkin pengurus Perpusatakaan Kota dapat belajar dari perpustakaan-perpustakaan kota di Pulau Jawa seperti Perputakaan Kota Malang yang sudah lebih dulu maju, banyak koleksi buku, dan ramai oleh pengunjung baik penduduk asli maupun pendatang. benar, saat ini koleksi di perpus kota Balikpapan masih sangat sedikit, pengunjungnya punmasih sedikit, dan minta baca juga tidak terlalu besar. namun besar harapan saya, agar perpustakaan Kota Balikpapan terus memperbaiki diri dan menjadikan dirinya tempat yang nyaman sebagai pilihan kunjungan masyarakat Balikpapan. toh, ke Perpus juga gak harus baca buku kan? bisa wifian, ngerjakan tugas, belajar kelompok, nonton film edukasi bareng, atau mungkin nonton pentas seni dan perlombaan perlombaan :)
![]() |
| kunjungan kedua, peminjaman yang kedua :) |
![]() |
| ini kartu perpustakaanku, mana kartu perpustakaanmu? :D |
![]() |
| yang dulu dan sekarang. dulu diketik pakai mesin tik, sekarang pakai komputer dan diprint. dulu statusnya pelajar, sekarang statusnya mahasiswa :D |



Komentar
Posting Komentar